[React] Tangan Gemoy Bayi

Dikirimi kawan kompilasi video bayi yang tangannya gerak cepat nyamber makanan

πŸ˜† umur kurang dr 1 tahun memang beberapa ortunya pake prinsip “no sugar no salt” jadi masih memaksimalkan pengenalan rasa asli bahan makanan tanpa tambahan gula garam. Di video beberapa orang dewasa di sekitarnya kyk yg berusaha ambil lagi dr tangan bayi kan. Bahkan yg udah masuk mulut, dikeluarkan.

Tapi umur segitu memang lagi beringasnya lihat makanan orang dewasa, tangannya udah kyk the flash, cepet banget nyamber makanan πŸ˜‚πŸ€£

Gemoy banget pula πŸ˜†πŸ˜† aakkk

Dulu pernah ada masa kalo lihat foto atau video bayi gitu, rasanya kangen pengen punya bayi lagi 🀭 tapiii sekarang, udahlah.. πŸ˜† cukup, yang disyukuri & diingat adalah “alhamdulillah, sudah pernah punya bayi kyk gitu 3x pula”

Kamu

November 2012

Berdasarkan kesadaran yang aku rasakan aku bukanlah tipe pengaggum laki-laki tenar yang di-idola-kan banyak wanita.

Ketika para gadis histeris akan dasyatnya pesona bintang Asia, dengan dingin aku berkomentar dalam hati, β€œperasaan kok malah kelihatan cantik ya, nanti aku kalah cantik dong.”

Ketika para wanita tercengang akan eksotiknya tubuh kekar wajah tegas bintang Eropa, lagi-lagi dalam hati aku berkomentar negatif, β€œga mau ah punya cowok begitu, serem ototnya, jangan-jangan itu badannya keras kayak kayu, kalo dipeluk ga beda sama meluk pohon kali”

Haha, entahlah, kesannya aku tidak normal atau mungkin memang begitu kenyataannya. Aku tak suka menjadi seperti kebanyakan orang (untuk hal-hal tertentu sih). Dalam hal ini, jujur, aku pecemburu berat. Maunya ya kamu itu buat aku aja, cukup aku satu-satunya yang paling mengaggumimu. Mauku.

Bisa dibayangkan kalau punya pacar artis tenar, tiap ketemu fans, pacar kita diteriakin β€œI love you! I love you!”, bahkan ada yang ngebet banget minta dipeluk sang idola. Blak! Kulempar weges 15cm mampus kau, centil! Dia punyaku! Haha, untungnya kenyataannya tak seperti itu, jadi semua baik-baik saja, tak ada yang terluka. πŸ˜›

Aku mengaggumimu, wahai kamu sosok sederhana. Aku mengaggumimu, wahai kamu yang bahkan kamu sendiri tak menyadari bahwa dirimu itu berwibawa, bersahaja, dan punya pesona. Aku mengaggumi kesederhanaanmu dengan sederhana.

Awalnya aku kira kekaguman yang tak bertepuk sebelah tangan ini akan terhindar dari banyaknya β€˜pesaing’ bagiku. Ternyata dugaanku meleset. Dalam balut kesederhanaanmu itu mampu menyamankan hati orang-orang di sekitarmu, termasuk teman perempuanmu. Soal jarak, jelas aku kalah. Soal lebih dulu kenal, aku juga tak unggul. Aku hanya orang baru, orang asing yang masih belajar menyerasikan diri di sisimu.

……………

Terimakasih, karena mampu memahami keresahanku.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai